Aku bener-bener bersyukur dengan lelaki ini. Aku tau ini bukan waktu yang lama untuk mengenal seseorang, tapi setidaknya dalam waktu 6 tahun ini aku melihat banyak sekali perubahan dalam diri aku, dia dan kita yakin ini semua karena Tuhan. Ya aku tahu dari dulu aku dan dia memang baik saja. Tapi sekarang, seriing dengan berjalannya waktu aku melihat dan makin mengerti tidak semua yang baik itu benar. Dan yang pasti yang benar itu selalu mendatangkan kebaikan. Selanjutnya bicara tentang next level. Semua keburukan, kebanggan terhadap diri sendiri, kesombongan Tuhan pangkas habis dan semua dengan cara Tuhan di tahun-tahunnya perkenalan kita. Ya, dan sekarang aku paham, bahwa semua masalah yang datang itu untuk kebaikan kita, mendewasakan kita, tidak ada lagi egois atau mementingkan diri. Bukan berarti sekarang sudah sempurna tapi ini yang kami alami, karena Tuhan yang selalu panjang sabar dan mau terus memproses kami. Aku yakin diapun punya mimpi yang sangat besar untuk kita.
Menikah part 1
Tepatnya kemarin malam, bahkan sampai tadi subuh aku sama sekali nggak bisa tidur. Bahkan sampai pusing, takut dan kuatir lagi tentang semua rencana aku dan David di bulan September nanti. Tentang semua hal dan persiapan pernikahan kami. Aku mulai terintimidasi dengan banyak hal, dari apa kata orang, dari apa yang aku lihat dan dari keluarga besar. Dalam pemikiranku menikah itu harusnya sederhana dan yang intinya kita sama sama tau dan paham betul apa esensi dari pernikahan tersebut. Pikirku mudah Mengapa? Mungkin karena aku banyak nonton pernikahan orang-orang bule. Yang begitu sederhana, yang begitu intim, yang begitu minimalis dan indah. Tapi nyatanya apa? Banyak hal yang harus kami pertimbangkan. Aku dan David sama-sama anak sulung, sama-sama dari keturunan pure Batak. Sejujurnya aku dan David punya konsep yang sederhana tentang pernikahan tanpa harus menyakiti dompet satu sama lain. Perjalanan ini sama sekali nggak mudah, ...
Comments
Post a Comment